seorang anak yang terkena penyakit cacing

 Awal Mula Kisah Tragis Raya

- Raya Masuk IGD 13 Juli 2025


Kasus ini pertama kali mencuat ke permukaan saat beredar video yang memperlihatkan cacing hidup ditarik keluar dari hidung Raya. Saat itu, Raya dilarikan ke RSUD R. Syamsudin, SH, Kota Sukabumi pada 13 Juli 2025.


"Awalnya dia datang ke IGD sudah dalam kondisi tidak sadar. Setelah diperiksa, ditemukan syok hipovolemik atau kekurangan cairan berat. Saat dirawat, keluar cacing dari hidungnya," ujar dr Irfan, Humas sekaligus dokter IGD RSUD R Syamsudin SH, Senin (18/8/2025)


"Saat di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien. Dari situ, kita mulai menduga ada kaitannya dengan infeksi cacing," lanjut Irfan.


- Raya Meninggal 22 Juli 2025


Sayangnya, upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawa Raya. Kondisinya yang sudah kritis sejak awal membuat obat cacing tak bekerja optimal.


"Raya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi terminal. Kalau penilaian saya pribadi sudah amat sangat terlambat dibawa ke rumah sakit. Obat yang kita berikan tidak bisa seefektif itu. Pada akhirnya, Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB," tutup Irfan.


Diagnosis Penyakit Raya

- Diduga Menderita Infeksi


Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui infeksi yang menyerang tubuhnya adalah askariasis, penyakit akibat cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang umumnya hidup di tanah.


"Infeksi bisa terjadi ketika telur cacing tertelan, baik melalui makanan, minuman, maupun tangan yang kotor. Telur akan menetas di usus, lalu berkembang jadi larva yang bisa menyebar lewat aliran darah ke organ-organ, bahkan otak. Itu sebabnya pasien bisa tidak sadar," jelas Irfan, Selasa (19/8/2025).


"Tapi di lain sisi, yang sering kita temukan di paru makanya kenapa cacing bisa keluar lewat saluran nafas kita. Jadi dia merambat naik ke saluran atas ke hidung atau mulut. Kalau kondisi tidak sadar kan cacing dengan leluasa bisa bergerak kemana-mana termasuk ke BAB nya juga, karena banyak sekali cacingnya. Sudah dipastikan sarang utamanya ada di usus," sambungnya.


- Sempat Dikira Sakit TB


Sarah (25), bibi yang ikut mengasuh Raya mengaku sempat membawa Raya berobat ke sebuah klinik di Kalapanunggal. Saat itu dokter menyebut Raya mengidap TB


"Biasanya kan sehari-hari gaul sama anak-anak, emang telat jalannya, tapi biasa main. Waktu hari Jumat masih main, hari Sabtu dibawa berobat. Gak bilang cacingan sih, bilangnya dokter paru, batuk. Hari Minggu dibawa lagi ke klinik, bilangnya paru, langsung ke dokter anak," tutur Sarah.


"Saya yang bawa berobat, kata


dokter (kena) TB," imbuh dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

vlog budaya